Pada era digital yang terus berkembang, literasi digital menjadi aspek krusial dalam dunia pendidikan. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang mengambil inisiatif untuk memperkuat literasi digital guru melalui pendekatan inovatif dengan melakukan pelatihan aplikasi “Educandy” yang bertujuan untuk memperkuat literasi digital sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru.
Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 4-5 Agustus 2023 mulai pukul 09.30 hingga 16.00 WIB di Kepanjenkidul, Kota Blitar. Diikuti oleh guru-guru IGKTI Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.
Dosen dan mahasiswa Departemen PAUD UM berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Materi mengenai literasi digital melalui pembuatan game “Educandy” telah tersampaikan dengan baik dan mendapat respon antusiasme yang luar biasa dari para peserta pelatihan.
Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan sambutan dari ibu Nur Anisa, M.Pd selaku ketua pelaksana, dan ibu Ida Hariyanik, S.Pd selaku ketua IGTKI Kecamatan Kepanjenkidul.
Pemberian materi meliputi urgensi literasi digital untuk guru PAUD, pembentukan karakter anak melalui permainan digital, media dan sumber belajar bagi anak usia dini, hingga materi tentang game interaktif “Educandy”. Seluruh materi disampaikan langsung oleh dosen Departemen PAUD Universitas Negeri Malang.
Pada hari kedua, para peserta langsung diajarkan praktik menggunakan aplikasi “Educandy” dengan perangkat yang dimiliki masing-masing. Mahasiswa berperan membantu dosen mendampingi peserta pelatihan dalam penginstalan hingga penggunaan aplikasi “Educandy”.
Tantangan awal dalam mengadopsi teknologi baru adalah hal yang biasa. Namun, dengan bimbingan yang intensif serta dukungan dari tim pengabdian, hambatan yang ada berhasil teratasi dengan baik. Para peserta mampu mengalami sendiri bagaimana aplikasi “Educandy” dapat diaplikasikan dalam konteks pembelajaran, mengubah pendekatan konvensional menjadi pengalaman yang lebih interaktif dan berdaya guna untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Kehadiran aplikasi “Educandy” dalam pelatihan ini dapat membangkitkan harapan yang lebih besar. Penerapan media pembelajaran berbasis game diharapkan dapat mengatasi hambatan yang dihadapi oleh para pendidik dalam mengajarkan generasi digital. Teknologi bukanlah musuh, tetapi alat yang mampu membawa dampak positif dalam pengajaran.
Kehadiran “Educandy” membawa optimisme bahwa pendidikan dapat melangkah maju dengan efektif, sejalan dengan perkembangan teknologi. Dengan semangat positif ini, Tim Pengabdian Masyarakat FIP Universitas Negeri Malang telah membuktikan bahwa inovasi teknologi memiliki daya ungkit yang kuat dalam dunia pendidikan.
Pesan yang dapat diambil dari pelatihan ini adalah tidak peduli usia dan latar belakang, literasi digital merupakan hal yang dapat dicapai oleh siapa saja yang memiliki semangat belajar. “Educandy” menjadi bukti bahwa perubahan teknologi adalah peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik dan inklusif.
Seluruh guru yang hadir sebagai peserta dalam kegiatan pelatihan mengaku bersyukur dengan diadakannya pelatihan literasi digital seperti ini. Peserta berharap kegiatan pelatihan media pembelajaran berbasis IT terus diadakan untuk meningkatkan profesionalisme guru anak usia dini.

