JpegJpeg Profesi sebagai pendidik/guru memiliki keberadaan yang sangat strategis dalam pendidikan dan pembelajaran. Dikatakan strategis, karena pendidik merupakan ujung tombak proses pendidikan dan pembelajaran setelah orang tua anak/peserta didik. Profesionalitas pendidik dalam mendidik anak akan berpengaruh pada kualitas pendidikan dan pembelajaran yang dialami oleh anak, selanjutnya akan berdampak pada kualitas anak dalam menghadapi tantangan dan kehidupan pada masa yang akan datang.

Terbitnya Undang-undang tentang guru dan dosen, semakin mengokohkan pendidik/guru dan dosen sebagai profesi yang terhormat sekaligus menuntut profesionalitas yang tinggi. Selain hak-hak tenaga pendidik yang semakin dijamin, maka pengembangan profesi guru adalah kewajiban. Tenaga pendidik dituntut untuk selalu “meng-update” sikap, pengetahuan dan keterampilannya, sehingga semakin profesional dalam menjalankan profesinya sebagai tenaga pendidik yang profesional.

Bagaimana mengantisipasi hal tersebut dan untuk menyiapkan calon pendidik agar benar-benar memahami profesinya di masa yang akan datang, Tomas Irianto telah menulis buku “Pengembangan Profesi Pendidik Anak Usia Dini” Buku setebal 112 halaman ini, mengajak pembaca–khususnya mahasiswa PGPAUD– untuk memahami dan mengkaji hakikat sebuah profesi, profesi keguruan, persyaratan menjadi guru/pendidik anak usia dini, hak, kewajiban, tugas dan peran guru PAUD, etika, citra, tantangan, kompetensi, sikapdan pengembangan serta peningkatan profesionalitas guru PAUD. Sesuai dengan peruntukannya sebagai bahan ajar matakuliah pengembangan profesi guru PAUD, buku ini dikemas menjadi 16 modul. Masing-masing modul memuat pengantar, tujuan pembelajaran, materi, rangkuman, tugas dan latihan, kunci jawaban serta daftar pustaka yang dapat dijadikan rujukan dalam memperdalam masing-masing kajian di masing-masing modul.

Pada modul 1, pembaca diajak untuk memahami tentang hakikat sebuah profesi, menyandingkan konsep pekerjaan, jabatan dan profesi, serta beberapa istilah yang kadang-kadang bias, seperti profesional, profesionalisme, profesionalitas dan profesionalisasi. Di samping itu juga terdapat kajian tentang ciri-ciri sebuah jabatan yang termasuk dalam profesi.

Pada modul 2, pembaca diarahkan untuk mengkaji dan memahami hakikat profesi keguruan. Ada lima tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu menjelaskan pengertian, dan peran profesi guru sebagai tenaga pendidik, menyebutkan kriteria untuk sebuah jabatan sebagai profesi guru, menjelaskan pengertian guru PAUD sebagai profesi dan mendeskripsikan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang guru PAUD. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembaca dirangsang dengan beberapa konsep kunci yang harus Anda perdalam dengan membahas tugas-tugas yang komprehensif dan menuntut Anda untuk menelusuri materi secara lebih luas melalui beberapa sumber belajar/daftar rujukan.

Pada modul 3, pembaca diajak untuk memahami persyaratan untuk menjadi guru profesional. Terdapat 5 tujuan pembelajaran yang hendak dicapai melalui kajian ini. Pertama, Anda diharapkan memahami persyaratan menjadi guru PAUD. Kedua, Anda diajak untuk mengkaji bagaimana cara mengatur efektifitas seorang guru ditinjau dari sudut pandang Mitzel. Ketiga, Anda diajak untuk mengkaji kriteria kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang guru PAUD. Keempat, Anda diajak untuk mengkaji dan menemukan berbagai persyaratan untuk menjadi guru PAUD yang profesional. Kelima, Anda diajak untuk memahami seperangkat kemampuan yang diperlukan untuk analisis tugas guru PAUD sebagai pengajar.

Modul 4, mengarahkan pembaca untuk mengkaji secara mendalam dan luas mengenai persyaratan menjadi guru PAUD yang profesional. Dengan didukung oleh 5 tujuan yang hendak dicapai, Anda benar-benar diberi wawasan mengenai persyaratan khusus yang diperlukan pada pekerjaan profesional.  Selain itu, sebagai guru yang profesional tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam penguasaan terhadap materi maupun dalam hal metode pembelajaran. Selain itu guru profesional dituntut untuk bertanggung jawab sebagai guru baik kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara dan agama. Oleh karena itu guru profesional memiliki tanggung jawab pribadi, sosial, intelektual, moral dan spiritual.

Pada modul 5, pembaca akan dikenalkan pada kewajiban dan hak-hak yang melekat pada diri seorang guru PAUD. Kewajiban yang dimaksudkan adalah tugas yang diberikan oleh lembaga kepada seseorang untuk dikerjakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalitas. Sementara itu hak adalah segala sesuatu yang dapat diterimakan kepada seseorang setelah yang bersangkutan melakukan kewajibannya. Mengenai apa saja hak dan kewajiban seorang guru/pendidik PAUD, pada modul ini dipaparkan secara rinci. Pembahasan modul 5 ini berlanjut pada modul 6  yaitu mengenai tugas dan peran guru PAUD. Untuk memahami kewajiban sebagai guru PAUD, maka dipandang perlu untuk mendiskripsikan hal-hal yang menjadi tugas pokoknya. Dari pembahasan pada modul 6 ini, rupanya penulis mengkristalisasi tugas guru yaitu menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan dan pengalaman-pengalaman, membentuk kepribadian anak dan menyiapkan anak untuk menjadi warga negara yang baik. Selain ketiga hal tersebut juga dijelaskan tugas guru PAUD sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

Memasuki kajian pada modul 7 dan 8, pembaca diajak untuk mengenali dan mengkaji kode etik serta etika profesi keguruan. Kajian kedua hal ini dimaksudkan agar pendidik PAUD tidak terjebak pada malpraktik dalam mendidikmanak usia dini, mengingat anak usia dini memiliki karakteristik yang unik dan masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Kajian mengenai kode etik diawali dari sumber kode etik, tujuan adanya kode etik serta paparan tentang kode etik yang menjadi pedoman guru/pendidik dalam melaksanakan tugasnya. Sementara pada modul 8, pembaca diajak untuk mengkaji dan memahami tentang hakikat etika profesi guru PAUD dan implementasinya dalam melaksanakan kewajibannya sebagai guru PAUD. Terdapat 3 implementasi etika profesi yang ditekankan di sini, yaitu etika terhadap peserta didik, etika terhadap pekerjaan dan etika terhadap tempat kerjanya.

Modul 9 dan 10 menggiring pembaca untuk memahami bagaimana cara mewujudkan dan menjaga citra guru PAUD. Kajian diawali dengan cerminan citra guru dalam hal keunggulan mengajar, hubungan yang harmonis dengan peserta didik dan sesama teman seprofesi. Selanjutnya dibahas mengenai 9 karakteristik citra guru yang diidealkan. Kajian ini dilanjutkan di modul 10 dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi citra guru anak usia dini. Ulasan mengenai hal ini diawali dari faktor yang menyebabkan rendahnya citra guru, bagaimana meningkatkan citra guru dengan memperhatikan beberapa faktor yang dapat mendukung terwujudnya citra guru, khususnya guru anak usia dini.

Modul 11, penulis mengajak pembaca untuk memahami tantangan guru PAUD sebagai tenaga profesional. Dalam kajian ini pembaca diarahkan agar memiliki wawasan tentang tantangan guru PAUD pada masa yang akan datang, beberapa kemampuan yang harus dimiliki agar bisa menghadapi tantangan masa depan, prospektif guru PAUD abad ke 21, dan berbagai tantangan internal dan eksternal yang menyangkut eksistensi guru PAUD.

Modul 12-14, kajian  buku ini fokus pada kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh guru PAUD. Kajian mengenai kompetensi profesional guru PAUD dianalisis dengan melibatkan berbagai sumber yang relevan, dan akhirnya mengerucut agar pembaca bisa menemukan kompetensi profesional yang esensial bagi guru PAUD. Untuk melengkapi kajian ini, pada modul 13 penulis mendeskripsikan sikap profesional guru PAUD. Fokus kajian ini adalah agar pendidik PAUD memahami, menghayati dan mengamalkan sikap keprofesionalannya sebagai guru. Tentu saja untuk mencapai hal ini, pembaca diajak untuk mengkaji beberapa sikap pokok yang berkaitan dengan profesionalitas seorang guru PAUD. Kajian ini pun berlanjut di modul 14 dengan mengedepankan kajian pada faktor-faktor penyebab rendahnya profesionalisme guru PAUD. Kajian ini tentu dapat dijadikan bahan refleksi diri bagi guru PAUD untuk mengenali dirinya, serta bagaimana mengatasi kekurangan ini dengan sikap dan tindakan operasional yang dapat meningkatkan profesionalisme guru PAUD.

Modul 15 dan 16 kajian lebih pada upaya yang dikonsepsikan oleh penulis untuk mengembangkan profesi guru PAUD dan bagaimana meningkatkan profesionalisme guru PAUD. Kedua upaya ini dicapai selain dengan menyediakan “resep” untuk ke dua hal tersebut, pembaca juga diajak untuk berdiskusi untuk semakin meningkatkan eksistensi profesionalitas sebagai guru PAUD. Tentu “resep” ini bukan satu-satunya langkah yang harus diikuti, tetapi lebih pada bagaimana referensi ini dikembangkan dan diaplikasikan dalam kehidupan profesional seorang guru PAUD.

Jika dilihat padatnya isi bahan ajar ini, seharusnya buku ini lebih tebal dari yang ada sekarang. Tetapi tampaknya penulis tidak mau terjebak pada pemberian materi, tetapi lebih kepada pancingan bagaimana pembaca terlibat secara psikis untuk mengkaji, mendiskusikan, menganalisis dan menemukan konsep-konsep esensial. Hal ini tampak dari sedikitnya proporsi materi yang disajikan. Tetapi pembaca tidak perlu khawatir karena memang buku ini dirancang untuk melibatkan pembaca untuk mengkaji dan memperluas wawasan mengenai topik dalam masing-masing modul melalui tugas-tugas terstruktur. Anda tertarik dan penasaran dengan buku ini?. Jika ya berarti Anda adalah pembaca yang suka tantangan dan bukan sekedar membaca isi buku ini. Be smart with ECE. (kalab ksdp).